Cara Kerja Domain Name

812 views

Pada dunia internet semua komputer / device saling terhubunga satu sama lain dan saling berkomunikasi. oleh karena itu dibutuhkan suatu alamat yang unik, alamat tersebut dinamakan IP Adress. IP Address terbagi 2 saat iini IPv4 dan IPv6. IPv6 dibuat karena semakin sedikitnya IPv4 yang tersedia.

Contoh IPv4 (192.168.1.1)

Contoh IPv6 (2001:db8:85a3::8a2e:370:7334)

Jika kita mengakses suatu website dengan menggunakan alamat IP tentu sangat sulit mengingatnya. Oleh sebab itu di ciptakan lah domain name, untuk mempermudah kita mengingat dan mengakses suatu alamat.

Misalkan kita masukin domain “www.google.com”.

komputer akan mengecek apakah domain “www.google.com” tersedia/tersimpan di host local.
kalau tersedia maka komputer mengirim informasi IP address dari www.google.com ke browser. Lalu browser mengirim request dan mendownload content dari halaman www.google.com berdasarkan IP yang ditersimpan

Oleh sebab itu apabila kita mengganti name server dari domain, dan domain itu telah kita akses sebelumnya ketika masih menggunakan name server yang lama. domain itu tidak dapat langsung update. karena komputer kita telah menyimpan informasi alamat IP dari domain yang telah kita akses.
Solusi:
Pada windows = tutup browser (karena kadang browser jg ikut menyimpan informasi dari domain, dan akan hilang ketika ditutup). lalu klik kanan pada interface jaringan yang terhubung ke internet lalu klik repair, fungsi repair ini juga membersihkan cache yang tersimpan

Jika tidak maka komputer coba menghubungi DNS server yang telah kita set pada komputer (defaultnya menggunakan DNS server yang disediakan ISP). DNS server pun mengecek apakah informasi dari domain “www.google.com” tersimpan.
Kalau tersimpan maka DNS server akan mereply request ke komputer kita berupa alamat IP dari domain “www.google.com”. Lalu browser mengirim request dan mendownload content dari halaman www.google.com berdasarkan IP yang di terima

Oleh sebab itu apabila kita mengganti name server dari domain, namun ketika kita akses masih mengarah ke yang lama, walapun kita sudah mencoba membersihkan cache dns di komputer. Itu di sebabkan DNS server yang kita gunakan masih menyimpan informasi tersebut.
Solusi cepet:
Mengganti DNS server

Kalau tidak tersedia di DNS server atau telah expired, lewat TTL(Time To Live) yang telah di tentukan oleh domain itu. DNS server coba meneruskan request yang kita minta ke root-server yang berjumlah 13.
Lalu pada root-server diproses domain “www.google.com” dari kanan ke kiri, pada paling kanan terdapat TLD “.com”. Lalu root server mengecek pada server TLD (setiap TLD mempunyai server masing2) apakah domain “google” tersedia di list tersebut

Jika tidak maka akan menampilkan dns error dan pada browser kadang tampil “www.google.com not found”

Kalau tersedia maka request akan di teruskan ke nameserver yang ada di domain. Lalu pada nameserver domain di cek apakah “www” pada record “google.com” tersedia.

Jika tidak maka akan menampilkan dns error dan pada browser kadang tampil “www.google.com not found”

Kalau iya maka nameserver memberikan informasi alamat IP dari “www.google.com” ke komputer kita melalui DNS server lalu dns server menyimpan informasi dari domain ini.
Setelah itu browser mengirim request dan mendownload content dari halaman www.google.com berdasarkan alamat IP yang diterima

Sumber